Minggu, 16 Agustus 2009

Hamba Tuhan dan Kapabilitas



HAMBA TUHAN DAN KAPABILITAS
Oleh: Pdt. Paul Zaitun, MA.-


Pendahuluan:
Dunia yang kita tinggal sekarang ini adalah dunia yang memiliki manusia-manusia “modern” dalam arti bahwa keberadaan manusia di era kontemporer sekarang ini adalah orang-orang yang memiliki suatu kemampuan yng makin mumpuni atau SDM yang cukup baik.
Kemampuan yang cukup baik dari manusia meliputi bidang-bidang disiplin ilmu yang berfariasi antara lain dibidang: ekonomi, kedokteran, informatika, hukum, social serta theologia.
Melihat kemampuan dari umat manusia yang hidup di era kontemporer, khususnya kemampuan theologia mereka, maka hal tersebut merupakan suatu alat pacu bagi hamba-hamba Tuhan yang hidup di era sekarang ini untuk memiliki tingkat kemampuan sebagai “balancing” untuk mengimbangi keberadaan mereka, sebab tanpa kemampuan sebagaimana tersebut di atas maka kita akan menjadi hamba Tuhan yang “tertinggal/atau ketinggalan zaman”.
Melalui Penyelaman Rohani GPPS tahun 2009 ini, mari kita memacu diri kita untuk memiliki suatu kemampuan yang makin meningkat. Memiliki suatu kemampuan yang makin meningkat bukan berarti kita tidak lagi mengandalkan Tuhan melalui Roh KudusNya; justru melalui kemampuan yang makin meningkat, Tuhan akan makin memakai kita sebagai hamba Tuhan yang hidup di era kontemporer.

Deskripsi
Pada bagian ini kita akan melihat tentang deskripsi (uraian/gambaran) tentang siapakah hamba Tuhan itu serta arti dari kapabilitas.

1. Hamba Tuhan
Hamba Tuhan adalah orangnya Tuhan (a man of God) yang dipanggil dan dipakai sesuai kemampuannya untuk melayani Tuhan yang adalah Tuannya.
Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia, kata: Hamba dipakai kata benda “servant” atau “serve” yang berarti: bujang, pelayan dan abdi. Sedangkan dalam bentuk kata keterangan, kata hamba adalah sebagai berikut:
a. Seorang yang menghidangkan atau menyajikan
b. Seorang yang menjalankan tugasnya
c. Seorang yang melayani
d. Seorang yang mengabdi
e. Seorang yang menyediakan sesuatu
f. Seorang yang membantu
g. Seorang yang menyampaikan atau menyerahkan sesuatu
h. Seorang yang berguna bagi……
2. Kapabilitas
Kapabilitas adalah adanya suatu talenta atau kemampuan dalam diri seseorang yang difungsionalkan secara maksimal bagi kepentingan yang konstruktif.
Tuhan memberikan kepada setiap maanusia suatu talenta atau kemampuan yang berbeda-beda menurut ukuranNya.
Adapun setiap talenta atau kemampuan, haruslah digunakan secara maksimal bagi kemuliaan nama Tuhan, sebagaimana yang tertulis dalam 1 Timotius 4:14-15 sbb:
“Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.
Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang”.
Dalam kamus Dictinary Program, kata kapabilitas berasal dari kata Capability yang berarti: adanya suatu kemampuan pada seseorang.
Sedangkan seseorang yang memiliki kemampuan adalah:
a. Orang yang cakap (capable)
b. Orang yang arif
c. Orang yang punya “kuasa”
d. Orang yang punya wawasan luas (capacious)
Berbicara tentang kapabilitas tidak lepas keterkaitannya dengan kapasitas, yaitu: bagaimana seseorang harus memiliki suatu daya dan kesanggupan untuk melakukan sesuatu yang benar-benar penuh kearifan serta cakap dan mempunyai wawasan yang luas.

Hamba Tuhan dan Kapabilitas
Di atas penulis telah menjelaskan sedikit perihal keberadaan manusia di era kontemporer yang memiliki tingkat kemampuan (kapabilitas) yang cukup baik.
Melihat hal tersebut di atas, maka sebagai hamba-hamba Tuhan GPPS yang hidup di era kontemporer, marilah kita tingkatkan kemampuan kita dengan tidak melihat “senioritas” atau “junioritas” kita; percaya bahwa kita sanggup meningkatkan kapabilitas dengan daya yang kita miliki.

1. Meningkatkan Intelektualitas
a. SDM pendidikan sekuler
Kita jangan pasrah atau malu dengan pendidikan yang hanya lulusan SD atau SMP atau SMA/SMK atau sama sekali tidak lulus.
Sebagai hamba Tuhan GPPS, penulis mengajak saudara untuk meningkatkan kemampuan SDM saudara dibidang pendidikan sekuler dengan mengikuti program paket A, B dan C dari pemerintah RI.
b. SDM pendidikan Theologia
Demikian juga dengan pendidikan Theologia, sebagai hamba Tuhan GPPS kita perlu meningkatkan pendidikan Theologia kita; kita jangan pasrah dengan keberadaan yang tidak sekolah alkitab atau hanya lulus sekolah Theologia non gelar atau sederajat.
GPPS telah memiliki beberapa Sekolah Alkitab maupun Theologia yang berada di beberapa Daerah di Indonesia, antara lain:
(1) Sekolah Elkitab Surabaya (SES), berkedudukan di GPPS Sawahan Surabaya
(2) Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS), berkedudukan di GPPS Sawahan Surabaya
(3) Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya Extention Tuban (STAS), berkedudukan di GPPS Tuban-Jawa Timur
(4) Sekolah Tinggi Theologia Gloria, berkedudukan di GPPS Jatinegara Jakarta dan membuka cabang STT Gloria berkedudukan di GPPS Kebaron-Wiyung-Surabaya
(5) Sekolah Tinggi Alkitab Mataram (STAM), berkedudukan di GPPS Mataram
(6) Sekolah Elkitab Sumatera Utara (SES), berkedudukan di GPPS Pematang Siantar, Sumatera Utara

2. Meningkatkan Administrasi dan Management Gereja
a. Arti administarasi
Kata administrasi bera­sal dari bahasa Latin ad + ministrare, yakni suatu kata kerja yang berarti melayani, membantu, menunjang, atau memenuhi. Dari kata itu menurunkan kata benda “administratio”, dan kata sifat “administrativus” (The Liang Gie, 1992:9)
b. Arti management
Unsur dari administrasi adalah manajemen. Unsur ini akan nampak dalam penataan jabatan kepemimpinan dalam proses administrasi. Manajemen dapat didefinisikan sebagai:
“Kemampuan atau ketrampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain” (Sondang P. Siagian, 1994:5).
Sedangkan The Liang Gie merumuskannya seba­gai, “Rangkaian \kegiatan penataan yang berupa pengerahan orang-orang dan pengerahan fasilitas kerja agar tujuan kerja sama benar-benar tercapai” (1993:14).
Menurut The Liang Gie, ada enam kegiatan dalam menjalankan manajemen, yaitu:
(1) Perencanaan
Perencanaan merupakan bagian yang urgen dalam menjalankan administrasi. Demikian juga dalam seluruh gerak pelayanan gereja­wi, kita tidak dapat melakukan seluruh pelayanan yang banyak itu tanpa adanya suatu perencanaan yang matang.
(2) Pembuatan keputusan
Pembuatan keputusan adalah kegiatan memilih sebuah kemungkinan di antara berbagai kemungkinan untuk menyelesaikan masa­lah, perselisihan, dan keraguan yang timbul dalam kerja sama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
(3) Pengarahan
Pengarahan adalah kegiatan membimbing bawahan dengan jalan memberi perintah, memberi petunjuk, memberi dorongan semangat kerja, menegakkan disiplin, memberikan tegoran dan usaha-usaha lainnya yang semacam itu agar mereka dapat melakukan peker­jaannya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
(4) Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah kegiatan menghubungkan individu-individu dalam organisasi kepada tugas-tugas yang sesuai, sehing­ga ada kesatuan atau keselarasan keputusan, kebijaksanaan, tinda­kan, langkah, sikap, serta tercegah timbulnya pertentangan, kekacauan, kesamaan dan kekosongan tindakan.
(5) Pengontrolan
Pengontrolan adalah kegiatan yang mengusahakan agar pelaksanaan pekerjaan serta hasilnya sesuai dengan rencana, perintah, petunjuk, atau ketentuan-ketentuan lain yang ditetapkan.
(6) Penyempurnaan
Penyempurnaan adalah kegiatan memperbaiki segenap segi penataan agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan cara yang efisien. Penyempurnaan ini merupakan kelanjutan dari pengontro­lan.

3. Meningkatkan SDB (Sumber Daya berkhotbah)
a. Bagaimana kita persiapkan khotbah
b. Bagaimana kita menyusun bahan khotbah
c. Bagiamana kita berkhotbah
d. Bagaimana kita mengaplikasikan khotbah

4. Meningkatkan SDK (Sumber Daya Karakter)
a. Bagaimana hamba Tuhan harus bersikap
b. Bagaimana hamba Tuhan harus berdandan
c. Bagaimana hamba Tuhan harus menjadi teladan


Penutup:
Demikian pemaparan makalah yang penulis sampaikan kepada para peserta Penyelaman Rohani GPPS 2009 pada sesi Kapita selekta, dengan tema: Hamba Tuhan dan Kapabilitas.
Harapan penulis, kiranya rekan-rekan seperjuangan hamba Tuhan GPPS se Indonesia mau berjuang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bagi kemajuan GPPS ke depan untuk menjadi GEREJA YANG MISIONER , TRANSFORMIS DAN MANDIRI, Tuhan Yesus yang adalah Kepala gereja memberkati kita sekalian, amin.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar